Minggu, 10 Januari 2010
11 kendala pembenihan dan cara mengatasinya pada ikan gurame
Induk gurame yang dipelihara dalam kolam pemijahan kadangkala tidak segera memijah atau bertelur. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi lingkungan didalam dan disekitar kolam. Hal ini bisa disebabkan karena kondisi disekitar kolam kurang tenang, banyak orang berlalu lalang, kolam kurang dalam, kondisi air kurang baik.
Cara mengatasinya adalah dengan menambah kedalaman kolam 1 meter, kolam sebaiknya dibuat ditempat yang jauh atau dari pusat kegiatan manusia.
2. TELUR DALAM SARANG SEDIKIT
Jumlah telur sedikit bisa disebabkan karena kualitas indukyang buruk (terlalu tua atau terlalu muda) atau adanya hama seperti belut, lele, sepat, keongmas, ular dll.
Untuk mengatasinya diusahakan agar induk yang digunakan sesuai kriteria, minimum berumur 4 tahun bagi induk jantan atau 3 tahun bagi induk betinadan berat rata2 umunya 2,5 -3 kg. hama2 dalam kolam harus dibersihkan sebelum pemijahan.
3. TELUR DALAM SARANG BANYAK YANG MATI
Apabila telur dalam sarang banyak yang mati maka dapat dimungkinkan bahwa telur2 tersebut tidak terbuahi dan terjadi perubahan pH yang fluktuatif. Penyebab lain, yaitu faktor induk terutama induk jantan yang tidak sesuai kriteria, banyak turun hujan, adanya ikan lain, pemberian pakan pada induk yang banyak mengandung lemak.
Untuk mengatasinya sebaiknya dipilih induk jantan yang mempunyai dagu agak besar dan penampilan fisik yang baik. Induk jantan yang memiliki dagu besar akan menyarangkan telur2 yang dihasilkaninduk betina dengan baik.
Apabila penyebab matinya karena pH hal ini sulit diatasi, pH air yang fluktuatif bisa disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Langkah paling baik adalah mengamati sarang sesering mungkin, bila sudah ada telurnya segera pindahkan ke akuarium penetasan
Ikan2 liar dalam kolam harus segera dibuang karena dapat mengganggu induk dan telur.
4. TELUR DALAM AKUARIUM PENETASAN BANYAK YANG MATI
Telur diakuarium banyak yang mati karena kualitas air akuarium yang buruk dan kualitas induk yang buruk.
Cara mengatasinya adalah SDM yang menangani telur harus profesional sehingga kerusakan telur dapat dihindari.
5. TELUR DALAM AKUARIUM PENETASAN BERJAMUR
Telur dalam akuarium penetasan berjamur karena terjadi pembusukan pada telur yang sudah mati.
Cara mengatasinya adalah dengan memisahkan telur yang mati dengan telur yang masih hidup sehingga jamur tidak merusak telur yang masih hidup.
6. PERTUMBUHAN BENIH LAMBAT
Pertumbuhan benih yang kurang baik terjadi karena faktor yang diturunkan induk, faktor fisik dan kimia yang kurang baik, kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan kurang baik.
Cara mengatasinya memilih induk dengan kualitas yang baik. Suhu, pH dan faktor kebersihan air hrus dijaga dengan baik.
7. PERTUMBUHAN BENIH TIDAK SERAGAM
Pertumbuhan tidak seragam terjadi karena kualitas dan kuantitas pakan yang buruk, kepadatan benih terlalu tinggi.
Cara mengatasinya adalah memisahkan benih dengan ukuran yang berbeda sehingga kompetisi dalam mencari makan jadi berkurang, pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran benih jika ukuran benih terlalu kecil sebaiknya diberikan makanan alami karena benih ikan senang memangsa makanan alami.
8. BENIH MALAS MAKAN
Benih malas makan karena suhu rendah, suplai oksigenkurang, pH asam, jenis pakan yang diberikan atau benih terserang penyakit.
Untuk mengatasi suhu rendah dengan menggunakan water heater sehingga suhu naik pelan2, untuk pakan sesuaikan dengan ukuran, apabila supali oksigen kurang gunakan hi-blow. Ikan yang tampak sakit harus diobati dengan antibiotik.
9. BENIH SERING MENGGOSOKKAN BADAN KE AKUARIUM
Bila sering menggosokkan badan ke akuarium diperkirakan ikan terserang Argulus sp. Argulus sp biasanya ditemukan dalam akuarium yang banyak terdapat timbunan pakan didalamnya.
Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan air akuarium dan segera diganti dengan air yang dicampur dengan metyhylene blue, pemberian pakan pellet sebaiknya dikurangi agar tidak terlalu mengotori air. Selain itu, air dalam akuarium juga diberi garam, fungsi garam adalah untuk mengutangi lendir yang kemungkinan terdapat bakterinya.
10. BENIH BERWARNA GELAP DAN MENUNJUKKAN BAR HITAM
Benih yang terlihat menghitam menunjukkan bahwa benih tersebut stress. Stress bisa terjadi karena penanganan yang kurang hati2.
Cara mengatasinya, air akuarium diganti dan diganti air baru yang diberi metyhylene blue dan keluaran oksigen diperbesar.
11. PERUT BENIH MENGGEMBUNG SEPERTI BALON
Jika dijumpai benih dengan perut menggembung, maka benih tersebut diperkirakan terkena blooting (tidak bisa buang kotoran). Hal ini terjadi karena supali oksigen yang kurang dan kandungan nitrit yang tinggi.
Cara mengatasinya dengan mengganti air dan dicampur metyhylene blue dan garam. Supalioksigen ditambah dengan memperbesar hi-blow.
Selasa, 12 Mei 2009
YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI ANTHURIUM
- Jangan malu bertanya pada penjual, misalnya tentang nama dan cara pemeliharaan. Dengan harapan mendapat anthurium dan dapat merawatnya.
- Anthurium memeliki banyak nama. Untuk mendapatkan tanaman yang baik, belilah di tempat yang terpercaya.
- Anthurium memerlukan waktu yang lam untuk tumbuh. Jangan beli yang terlalu kecil. Waktu lama itu sering membuat tidak sabar, sehingga malas merawatnya.
- Belilah tanaman yang sesuai tempat jika tempatnya kecil jagan beli ynang terlalu besar karena selain tidak enak dipandang, pertumbuhan anthurium juga terganggu.
- Jangan membeli karena ikut-ikutan. Belilah yang sesuai dengan selera anda.
Demikian sedikit saran untuk penggemar anthurium semoga bisa membantu.
all about anthurium 2
JENIS JENIS ANTHURIUM



Anthurium jenmanii. Anthurium ini bentuk daunnya mirip daun tembakau. Teksturnya keras dan tebal, bertangkai pendek, lebar dan panjang, urat daun tampak jelas, dan tepi daun agak bergelombang. Daun muda sedikit agak merah sedangkan bila tua berwarna hijau.

Anthurium gelombang cinta. Tanaman ini daunnya tebal, lonjaong panjang, berujung runcing, dan tepinya bergelombang. Gelombang yang indah di tepinya inlah yang mejadi cirinya.

Anthurium hookerii. Susunan daun tumbuh seperti sarang burung. Semakin keatas daunnya melebar dan cenderung rebah. Tangkai daunnya pendek. Daunnya halus tidak berbulu, berwarna hijau muda mengilap, kaku, tebal, dan tepi bergelombang.

Anthurium keris. Tanaman ini disebut keris karena bentuknya seperti keris. Daun menjulang ke atas dan tepinya meliuk-liuk seperti keris.

Anthurium sirih. Tanaman ini daunnya tebal menyerupai daun sirih. Daun tersusun rapat berwarna hijau. Lebar daun bisa mencapai kertas folio.

Anthurium compacta. Bentuk daun oval dengan ujung runcing. Dauntersusun rapi. Daun seperti menyembul bersama dari tengah-tengah batang . tepi daun seperti di bingkai garis kuning.
PEMELIHARAAN
Penyiraman. Untuk tanaman ini penyiraman sebaiknya dilakukan 1 kali sehari, setiap pagi atau sore hari. Jangan terlalu sering menyirami karena jika media tanam terlalu becek berhari-hari akar akan busuk.
Pemupukan. Pupuk dasar untuk anthurium adalah pupuk NPK. Dosisnya baca aturan pakai, berikan pupuk ini 6 bulan sekali. Selain NPK sebaiknya beri juga pupuk kandang 1 tahun sekali.
Penempatan. Tempatkan di tempat yang rindang, dibawah pohon atau di teras. Jika anda meletakkan di dalam ruangan maka setiap 3 hari sekali keluarka selama 1 hari penuh agar terkena sinar matahari.
Perawatan daun. Pesona anthurium ada di daunnya, maka saat mengelap daun jangan terlalu keras untuk menghindari robeknya permukaan daun.
HAMA
Kutu daun. Kutu daun ini hidup menggerombol dan menghisap cairan daun, sehingga pucuk daun kuning dan lama-lama mati.
Jamur. Daun anthurium yang terserang jamur ditandai dengan bercak-bercak berwarna kecoklatan memanjang seperti benang di permukaan daun. Jamur perlu segera dihilangkan.
Ulat daun dan kumbang. Binatang ini memakan daun dan menyebabkan lubang tak beraturan di daun sehingga mengganggu fotosintesis.
Busuk batang dan daun. Pembusukan ini dilakukan oleh bakteri. Pemicunya biasanya sistem pengairan yang buruk.
MENGATASI HAMA
Potong bagian tanaman yang terserang.
Semprot tanaman deng insektisida dengan dosis yang dianjurkan, penyeprotan sebaiknya dilakukan sore hari.
Gunakan media tanam yang mudah mengalirkan air untuk menghindari pembusukan.
Perhaikan sanitasi dengan menjaga kebersihan lingkungan air dan alat2 kerja.
all about anthurium 1
MENGENAL ANTHURIUM
Anthurium adalah tanaman hias yang memiliki bentuk daun yang indah, unik dan bervariasi. Daun anthurium umumnya berwarna hijau tua dengan urat dan tulang daun besar dan menonjol, sehingga terkesan kekar.
Dimasa lalu tanaman tersebut banyak menjadi hiasan di istana kerajaan di jawa. Inilah sebabnya kenapa tanaman tersebut dianggap memiliki aura tersendiri. Diseluruh dunia saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 600 spesies anthurium. Bila sudah besar tanama ini mengeluarkan bunga menyerupai jantung dengan aneka warna seperti merah, putih dan oranye. Ditengah bunga muncul tongkol yang menyerupai ekor, di tongkol itulah tempat benang sari dan putik.
Habitat asli tanaman tersebut adalah daerah pegunungan tropis yang banyak terlindungi oleh pohon2 besar. Karena itu sewajarnya anthurium diletakkan di tempat yang teduh atau semi teduh.
PERSYARATAN HIDUP ANTHURIUM
Lokasi. Di Indonesia, anthurium dapat beradaptasi dengan baik di segala tempat, baik di datarana tinggi maupun di dataran rendah. Tapi untuk menjamin pertumbuhan yang bagus, lingkungan tumbuh ideal adalah dataran sedang.
Suhu. Anthurium tumbuh ideal di dataran sedang bersuhu 24-28 derajat celcius pada siang hari dan 18-21derajat celcius di malam hari.
Sinar Matahari. Jangan terkena sinar matahari langsung karena menyebabkan tanaman ini kekuranan air. Hal ini ditandai oleh daun-daun yang mengering. Tapi juga jangan sampai kekurangan sinar matahari. Tempatkan di tempat yang semi teduh.
Air. Penyiraman sebaiknya dilakukan jika media telah kering. Jangan setiap hari disiram, sebab media becek membuat akar akan membusuk.
Media Tanam. Media tanam yang digunakan harus memenuhi beberapa syarat, yakni derajat keasaman 6-7, tidak boleh megikat air terlampau banyak, bebas bakteri jahat, dan harus mengamdung pupuk.
KOMPOSISI MEDIA TANAM
Beberapa komposisi media tanam yang selam ini dianggap sebagai yang terbaik antara lain:
1. Pakis dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 4
2. Sekam bakar dan pupuk kandang yang sudah di fermetasi dengan perbandingan 1 : 1
3. Cacahan pakis
4. Pakis, humus, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1
Rabu, 05 November 2008
Teknik Budidaya Ikan Gurame
I. SELEKSI INDUK
Ikan gurame sudah bisa dipijahkan pada umur 3 tahun dan pads umur 10 tahun produksi
telur akan mulai menurun.
A. Menentukan Jenis Kelamin
a.1. Kriteria ikan game betina
- Warna badan terang
- Perut membulat
- Badan relatif panjang
b.2. Kriteria ikan gurame jantan
- Warna badan gelap dan agak pucat
- Gerakan lincah
- Perut dekat anus
B. Perbedaan Induk Jantan dan Betina Jantan
- Di dahi terdapat tonjolan/cula
- Pangkal sirip dada bagian dalam
- Dagu warna kuning
- Bila diletakan di lantai pangkal ekor akan mengangkat
Betina
- Didahi tidak terdapat tonjolan/cula
- Pangkal sirip dada bagian dalam berwarna hitam
- Dagu berwarna keputih-putihan atau sedikit coklat
- Bila diletakan dilantai tidak ada reaksi
C. Ciri -ciri induk sudah matang gonad/siap tempur
- Perut membesar kearah belakang
- Anus akan nampak putih kemerahan
- Jika perut diraba akan terasa lembek
II. KONSTRUKSI KOLAM
- Luas kolam 200 - 300 m persegi
- Kedalaman kolam 1 - 1,5 m
- Kedalaman air 0,7 - 1,0 m
- Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik
- Pada pintu pengeluaran dibuat monik
III. PERSIAPAN KOLAM PEMIJAHAN
- Pengeringan dasar kolam
- Pembersihan dan perbaikan pematang
- Kolam diisi air
- Pemasangan tempat membuat sarang (sosog) dan menyediakan bahan pembuat sarang
IV. PROSES PEMIJAHAN
- Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi
- Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3
- Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang
- Pada hari ke-15 induk akan memijah
Ciri -ciri sarang berisi telur
- Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk
- Sarang akan ditunggui oleh induk betina
V. PENANGANAN TELUR
Pengambilan telur, Alat :
- Ember yang berisi air
- Scope net
Caranya :
- Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air
- Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net
- Bawa telur ke ruang penetasan
- Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan
masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya
- Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan
hati-hati maka telur akan terlepas
- Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali
- Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama
penyakit.
- Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang
serasi dan hitter
IV. PEMELIHARAAN DAN PENETASAN
- Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm
- Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang
- Telur akan menetas setelah 2 - 3 hari dengan suhu 27 -28 0C
- Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari
- Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan 1
VII. PERSIAPAN BAK PENDEDERAN I
Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan
dipersiapkan 2 - 3 hari sebelum ditanami larva.
a. Tahap-tahap persiapan bak pendederan I
- Bak dibersihan dan dikeringkan
- Pemupukan dengan pupuk kandang
- Pengapuran
- Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari
- Penanaman benih dapnia
- Pemasangan aerator
b. Penanaman benih atau larva
- Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai .
- Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia
- Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman
VIII PEMELIHARAAN BENIH
Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Mengamati keadaan air
- Penambahan pupuk kandang
IX. PEMANENAN BENIH PADA BAK PENDEDERAN I
Pemanenan di lakukan pads pagi hari antara jam 07 - 09.00 dengan menggunakan alat
sebagai berikut:
- Wadah berisi air dan beraerasi
- Scope net
Caranya :
- Air dikeluarkan sedikit demi sedikit
- Penangkapan benih dilakukan dengan scope net
- Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan
sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak
dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya.
Sumber : Durachman, Drs., Ir., MM.
Teknik Budidaya lkan Gurame.
Sub. Dinas Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan. 2001
3 Tips Gampang mencegah cacar air pada ikan nila
Bagi anda para peternak ikan, penyakit cacar merupakan momok yang paling ditakuti bukan? Selain datang tak dijemput dan pulang tak diantar (alias tiba-tiba ), penyakit ini seperti wabah yang cepat sekali menular dan mematikan. Berikut adalah tips gampang dari pengalaman pribadi saya:
1. Jangan memberi makan ikan anda dengan jeroan ayam dan lainnya. Seringkali bibit penyakit cacar muncul dari kotornya air kolam, apalagi jika anda memberikan makanan tambahan seperti jeroan ayam yang tidak sisterilkan dulu. Jika anda ingin memberikan makanan tambahan sebaiknya berikan daun-daunan sehingga lebih bersih.
2. Kuras secara teratur kolam ikan anda. Karena disadari atau tidak, ikan lebih cepat berkembang pada kolam yang bersih (jauh dari bangkai binatang dan polutan lainnya
3. Jika ikan nila anda telah terkena cacar air, jangan panik dulu anda cukup memberikan garam dapur kurang lebih 1 kg dan masukkan garam tersebut pada sudut kolam. Insya ALLAH penyakit itu akan berangsur berkurang.
Itulah sedikit tips dari pengalaman pribadi saya semoga bermanfaat untuk semua.
Senin, 22 September 2008
Perkenalan
saya harap kehadiran saya dapat bermanfaat bagi para blogger semuanya. thks