Rabu, 05 November 2008

Teknik Budidaya Ikan Gurame

I. SELEKSI INDUK

Ikan gurame sudah bisa dipijahkan pada umur 3 tahun dan pads umur 10 tahun produksi

telur akan mulai menurun.

A. Menentukan Jenis Kelamin

a.1. Kriteria ikan game betina

- Warna badan terang

- Perut membulat

- Badan relatif panjang

b.2. Kriteria ikan gurame jantan

- Warna badan gelap dan agak pucat

- Gerakan lincah

- Perut dekat anus

B. Perbedaan Induk Jantan dan Betina Jantan

- Di dahi terdapat tonjolan/cula

- Pangkal sirip dada bagian dalam

- Dagu warna kuning

- Bila diletakan di lantai pangkal ekor akan mengangkat

Betina

- Didahi tidak terdapat tonjolan/cula

- Pangkal sirip dada bagian dalam berwarna hitam

- Dagu berwarna keputih-putihan atau sedikit coklat

- Bila diletakan dilantai tidak ada reaksi

C. Ciri -ciri induk sudah matang gonad/siap tempur

- Perut membesar kearah belakang

- Anus akan nampak putih kemerahan

- Jika perut diraba akan terasa lembek

II. KONSTRUKSI KOLAM

- Luas kolam 200 - 300 m persegi

- Kedalaman kolam 1 - 1,5 m

- Kedalaman air 0,7 - 1,0 m

- Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik

- Pada pintu pengeluaran dibuat monik

III. PERSIAPAN KOLAM PEMIJAHAN

- Pengeringan dasar kolam

- Pembersihan dan perbaikan pematang

- Kolam diisi air

- Pemasangan tempat membuat sarang (sosog) dan menyediakan bahan pembuat sarang

IV. PROSES PEMIJAHAN

- Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi

- Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3

- Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang

- Pada hari ke-15 induk akan memijah

Ciri -ciri sarang berisi telur

- Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk

- Sarang akan ditunggui oleh induk betina

V. PENANGANAN TELUR

Pengambilan telur, Alat :

- Ember yang berisi air

- Scope net

Caranya :

- Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air

- Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net

- Bawa telur ke ruang penetasan

- Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan

masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya

- Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan

hati-hati maka telur akan terlepas

- Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali

- Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama

penyakit.

- Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang

serasi dan hitter

IV. PEMELIHARAAN DAN PENETASAN

- Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm

- Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang

- Telur akan menetas setelah 2 - 3 hari dengan suhu 27 -28 0C

- Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari

- Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan 1

VII. PERSIAPAN BAK PENDEDERAN I

Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan

dipersiapkan 2 - 3 hari sebelum ditanami larva.

a. Tahap-tahap persiapan bak pendederan I

- Bak dibersihan dan dikeringkan

- Pemupukan dengan pupuk kandang

- Pengapuran

- Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari

- Penanaman benih dapnia

- Pemasangan aerator

b. Penanaman benih atau larva

- Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai .

- Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia

- Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman

VIII PEMELIHARAAN BENIH

Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

- Mengamati keadaan air

- Penambahan pupuk kandang

IX. PEMANENAN BENIH PADA BAK PENDEDERAN I

Pemanenan di lakukan pads pagi hari antara jam 07 - 09.00 dengan menggunakan alat

sebagai berikut:

- Wadah berisi air dan beraerasi

- Scope net

Caranya :

- Air dikeluarkan sedikit demi sedikit

- Penangkapan benih dilakukan dengan scope net

- Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan

sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak

dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya.

Sumber : Durachman, Drs., Ir., MM.

Teknik Budidaya lkan Gurame.

Sub. Dinas Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan. 2001

Tidak ada komentar: