1. INDUK GURAME TIDAK SEGERA MEMIJAH
Induk gurame yang dipelihara dalam kolam pemijahan kadangkala tidak segera memijah atau bertelur. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi lingkungan didalam dan disekitar kolam. Hal ini bisa disebabkan karena kondisi disekitar kolam kurang tenang, banyak orang berlalu lalang, kolam kurang dalam, kondisi air kurang baik.
Cara mengatasinya adalah dengan menambah kedalaman kolam 1 meter, kolam sebaiknya dibuat ditempat yang jauh atau dari pusat kegiatan manusia.
2. TELUR DALAM SARANG SEDIKIT
Jumlah telur sedikit bisa disebabkan karena kualitas indukyang buruk (terlalu tua atau terlalu muda) atau adanya hama seperti belut, lele, sepat, keongmas, ular dll.
Untuk mengatasinya diusahakan agar induk yang digunakan sesuai kriteria, minimum berumur 4 tahun bagi induk jantan atau 3 tahun bagi induk betinadan berat rata2 umunya 2,5 -3 kg. hama2 dalam kolam harus dibersihkan sebelum pemijahan.
3. TELUR DALAM SARANG BANYAK YANG MATI
Apabila telur dalam sarang banyak yang mati maka dapat dimungkinkan bahwa telur2 tersebut tidak terbuahi dan terjadi perubahan pH yang fluktuatif. Penyebab lain, yaitu faktor induk terutama induk jantan yang tidak sesuai kriteria, banyak turun hujan, adanya ikan lain, pemberian pakan pada induk yang banyak mengandung lemak.
Untuk mengatasinya sebaiknya dipilih induk jantan yang mempunyai dagu agak besar dan penampilan fisik yang baik. Induk jantan yang memiliki dagu besar akan menyarangkan telur2 yang dihasilkaninduk betina dengan baik.
Apabila penyebab matinya karena pH hal ini sulit diatasi, pH air yang fluktuatif bisa disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Langkah paling baik adalah mengamati sarang sesering mungkin, bila sudah ada telurnya segera pindahkan ke akuarium penetasan
Ikan2 liar dalam kolam harus segera dibuang karena dapat mengganggu induk dan telur.
4. TELUR DALAM AKUARIUM PENETASAN BANYAK YANG MATI
Telur diakuarium banyak yang mati karena kualitas air akuarium yang buruk dan kualitas induk yang buruk.
Cara mengatasinya adalah SDM yang menangani telur harus profesional sehingga kerusakan telur dapat dihindari.
5. TELUR DALAM AKUARIUM PENETASAN BERJAMUR
Telur dalam akuarium penetasan berjamur karena terjadi pembusukan pada telur yang sudah mati.
Cara mengatasinya adalah dengan memisahkan telur yang mati dengan telur yang masih hidup sehingga jamur tidak merusak telur yang masih hidup.
6. PERTUMBUHAN BENIH LAMBAT
Pertumbuhan benih yang kurang baik terjadi karena faktor yang diturunkan induk, faktor fisik dan kimia yang kurang baik, kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan kurang baik.
Cara mengatasinya memilih induk dengan kualitas yang baik. Suhu, pH dan faktor kebersihan air hrus dijaga dengan baik.
7. PERTUMBUHAN BENIH TIDAK SERAGAM
Pertumbuhan tidak seragam terjadi karena kualitas dan kuantitas pakan yang buruk, kepadatan benih terlalu tinggi.
Cara mengatasinya adalah memisahkan benih dengan ukuran yang berbeda sehingga kompetisi dalam mencari makan jadi berkurang, pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran benih jika ukuran benih terlalu kecil sebaiknya diberikan makanan alami karena benih ikan senang memangsa makanan alami.
8. BENIH MALAS MAKAN
Benih malas makan karena suhu rendah, suplai oksigenkurang, pH asam, jenis pakan yang diberikan atau benih terserang penyakit.
Untuk mengatasi suhu rendah dengan menggunakan water heater sehingga suhu naik pelan2, untuk pakan sesuaikan dengan ukuran, apabila supali oksigen kurang gunakan hi-blow. Ikan yang tampak sakit harus diobati dengan antibiotik.
9. BENIH SERING MENGGOSOKKAN BADAN KE AKUARIUM
Bila sering menggosokkan badan ke akuarium diperkirakan ikan terserang Argulus sp. Argulus sp biasanya ditemukan dalam akuarium yang banyak terdapat timbunan pakan didalamnya.
Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan air akuarium dan segera diganti dengan air yang dicampur dengan metyhylene blue, pemberian pakan pellet sebaiknya dikurangi agar tidak terlalu mengotori air. Selain itu, air dalam akuarium juga diberi garam, fungsi garam adalah untuk mengutangi lendir yang kemungkinan terdapat bakterinya.
10. BENIH BERWARNA GELAP DAN MENUNJUKKAN BAR HITAM
Benih yang terlihat menghitam menunjukkan bahwa benih tersebut stress. Stress bisa terjadi karena penanganan yang kurang hati2.
Cara mengatasinya, air akuarium diganti dan diganti air baru yang diberi metyhylene blue dan keluaran oksigen diperbesar.
11. PERUT BENIH MENGGEMBUNG SEPERTI BALON
Jika dijumpai benih dengan perut menggembung, maka benih tersebut diperkirakan terkena blooting (tidak bisa buang kotoran). Hal ini terjadi karena supali oksigen yang kurang dan kandungan nitrit yang tinggi.
Cara mengatasinya dengan mengganti air dan dicampur metyhylene blue dan garam. Supalioksigen ditambah dengan memperbesar hi-blow.
Minggu, 10 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)